Psikolog Ungkap: Ini Alasan Mengapa Orang Kecanduan Judi Online

Psikolog Ungkap: Ini Alasan Mengapa Orang Kecanduan Judi Online

By
Cart 182,999 sales
Link Situs Online Resmi

    Ibu pemilik warung makan raih kemenangan Rp 900 juta di Mahjong Ways 2 saat Alphonse Elric raih

    Mekanisme Otak yang Tertipu

    Kecanduan judi online ternyata melibatkan mekanisme otak yang sama dengan kecanduan narkoba. Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan tentang bagaimana judi bisa mengendalikan pikiran seseorang.

    Dr. Ratna Sari, psikolog klinis spesialis adiksi dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera, menjelaskan fenomena ini dalam wawancara mendalam.

    Dopamine Rush yang Mematikan

    "Saat seseorang menang dalam judi, otak melepaskan dopamine dalam jumlah besar. Ini menciptakan sensasi euforia yang sangat kuat," jelas Dr. Ratna.

    Dopamine adalah neurotransmitter yang bertanggung jawab atas perasaan senang dan reward. Masalahnya, otak akan terus mencari sensasi itu lagi dan lagi.

    Yang lebih berbahaya, bahkan saat kalah pun, otak tetap melepaskan dopamine karena adanya "harapan menang di putaran berikutnya". Inilah yang disebut "near-miss effect".

    Ilusi Kontrol yang Menyesatkan

    Banyak penjudi online percaya mereka bisa mengendalikan hasil permainan dengan strategi atau pola tertentu. Padahal, semua permainan judi online menggunakan algoritma acak yang tidak bisa diprediksi.

    "Ini yang kami sebut 'illusion of control'. Mereka merasa punya kendali, padahal sebenarnya tidak," tambah Dr. Ratna.

    Sistem permainan juga dirancang untuk memperkuat ilusi ini dengan memberikan kemenangan kecil secara berkala, membuat pemain merasa "hampir menang besar".

    Profil Orang Rentan Kecanduan

    Tidak semua orang yang mencoba judi online akan kecanduan. Ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan:

    Faktor Psikologis:

    • Memiliki kecemasan atau depresi
    • Kurang percaya diri
    • Kesepian atau isolasi sosial
    • Kesulitan mengelola emosi
    • Perfeksionis dengan standar tinggi

    Faktor Lingkungan:

    • Tekanan finansial
    • Lingkungan kerja yang stresful
    • Tidak punya hobi atau aktivitas positif
    • Mudah akses internet dan privasi tinggi

    Faktor Kepribadian:

    • Impulsif dan pencari sensasi
    • Sulit menunda kepuasan
    • Kompetitif secara berlebihan
    • Optimisme yang tidak realistis

    Tahapan Menuju Kecanduan

    Dr. Ratna menjelaskan ada lima tahap perjalanan seseorang dari coba-coba hingga kecanduan parah:

    Tahap 1: Eksperimentasi (1-2 bulan) Coba-coba karena penasaran atau ajakan teman. Bermain dengan uang kecil dan masih bisa berhenti kapan saja.

    Tahap 2: Kemenangan Awal (2-4 bulan) Mengalami beberapa kemenangan yang membuat percaya diri meningkat. Mulai bermain lebih sering.

    Tahap 3: Kerugian dan Kejar Setoran (4-8 bulan) Mulai mengalami kerugian besar. Terus bermain untuk "mengembalikan uang yang hilang". Ini fase paling berbahaya.

    Tahap 4: Putus Asa (8-12 bulan) Kerugian sudah sangat besar, mulai meminjam uang, berbohong pada keluarga. Depresi dan kecemasan meningkat.

    Tahap 5: Kecanduan Penuh (12+ bulan) Tidak bisa berhenti meski ingin. Kehidupan hancur total, namun tetap tidak bisa lepas dari judi.

    Dampak pada Kesehatan Mental

    Kecanduan judi online memicu berbagai gangguan mental:

    Depresi Mayor Perasaan putus asa, tidak berharga, dan kehilangan minat pada semua aktivitas.

    Gangguan Kecemasan Cemas berlebihan tentang utang, takut ketahuan keluarga, serangan panik.

    Gangguan Tidur Insomnia karena pikiran terus menerus tentang judi dan cara mendapat uang.

    Ide Bunuh Diri Dalam kasus parah, korban merasa tidak ada jalan keluar selain mengakhiri hidup.

    Tanda-tanda yang Harus Diwaspadai

    Keluarga perlu mengenali tanda-tanda awal kecanduan:

    • Menghabiskan waktu berjam-jam di ponsel, terutama malam hari
    • Sangat sensitif jika ditanya tentang aktivitas online
    • Mood swing yang ekstrem tanpa alasan jelas
    • Menarik diri dari keluarga dan teman
    • Mulai meminjam uang atau menjual barang berharga
    • Mengabaikan pekerjaan atau kuliah
    • Berbohong tentang kegiatan sehari-hari

    Proses Pemulihan yang Tidak Mudah

    "Pemulihan dari kecanduan judi online membutuhkan waktu minimal 6-12 bulan dengan terapi intensif," ungkap Dr. Ratna.

    Tahapan pemulihan meliputi:

    Detoksifikasi Mental Menghentikan akses ke judi online sepenuhnya. Fase ini paling sulit karena withdrawal symptoms sangat kuat.

    Terapi Kognitif-Behavioral Mengubah pola pikir yang salah tentang judi dan mengembangkan mekanisme coping yang sehat.

    Konseling Keluarga Membangun kembali kepercayaan dan dukungan keluarga yang rusak.

    Manajemen Keuangan Belajar mengelola uang dengan sehat dan menyelesaikan utang secara bertahap.

    Pencegahan Relapse Mengidentifikasi pemicu dan strategi menghadapi godaan untuk kembali berjudi.

    Peran Keluarga Sangat Vital

    Keluarga tidak boleh mengucilkan atau memarahi korban kecanduan. "Mereka butuh dukungan, bukan penghakiman," tegas Dr. Ratna.

    Yang bisa dilakukan keluarga:

    • Dengarkan tanpa menghakimi
    • Dampingi mencari bantuan profesional
    • Bantu kelola keuangan sementara waktu
    • Ajak aktivitas positif bersama
    • Pantau tanpa mengontrol berlebihan

    Pencegahan Lebih Baik dari Pengobatan

    Dr. Ratna menekankan pentingnya edukasi sejak dini. Orang tua harus terbuka membicarakan bahaya judi dengan anak-anak remaja.

    "Jangan biarkan rasa ingin tahu mereka dijawab oleh iklan-iklan menyesatkan di internet," pesannya.

    Membangun resiliensi mental, kemampuan mengelola stress, dan literasi keuangan sejak dini adalah kunci pencegahan terbaik.


    by
    by
    by
    by
    by

    Tell us what you think!

    We'd like to ask you a few questions to help improve ThemeForest.

    Sure, take me to the survey
    KELEBIHAN TERBARU LANDAK11 Selected
    $1

    Use, by you or one client, in a single end product which end users are not charged for. The total price includes the item price and a buyer fee.